Pesona Batik Jumputan

Surabaya, Batik siapa yang tak kenal dengan batik, ukiran tinta lilin yang menghiasi kain putih mengikuti pola yang telah di gambar oleh pembuatnya, dengan canting panas berisikan lilin siap untuk menghiasi kain untuk membuat sebuah batik, namun kali ini ada yang berbeda dengan batik satu ini kita akan mewawancari pemilik dari Windra Sari yang merupakan pengrajin batik jumputan.
Batik Jumputan berbeda dengan batik tulis, perbedaannya terletak pada proses pembuatannya, bila batik tulis menggunakan canting maka batik jumputan menggunakan karet,tali atau benda lainnya yang akan di ikatkan ke kain untuk membentuk suatu pola setelah itu proses akan di mulai dengan mencelupkan ke dalam pewarna yang telah di sediakan.
Sri Winarni, pemilik Windra Sari yang beralamatkan di Balas Klumprik gang makam no.42 Surabaya seorang ibu rumah tangga, mengatakan bahwa produk yang ia produksi ialah hasil dari binaan program Ibu Risma selaku Wali Kota Surabaya dengan mengajarkan ilmu-ilmu yang kreatif agar para ibu-ibu di Surabaya khususnya dapat berkarya dan di harapkan menjadi produsen di Surabaya sekaligus menambah jumlah pengusaha di skala rumahan di wilayah surabaya dan mengurangi pengangguran tentunya. Produk yang di hasilkan beliau berupa kain yang telah berpola dan sudah memiliki warna yang siap untuk di buat pakaian, selain itu Sri Winarni juga membuat sepatu, baju, dan kedepannya akan berinovasi membuat tas. Namun untuk saat ini karena keterbatasan waktu dan biaya sebagai ibu rumah tangga Sri Winarni memilih untuk tidak terlalu over dalam memproduksi barangnya.
Dalam menjalankan bisnisnya Sri Winarni tidak sendirian, ia di bantu dengan sang suami memproduksi barang tersebut namun ia juga di bantu dengan tukang jahit baju dan sepatu, hanya kain batik mentah yang ia produksi sendiri bersama suaminya. Sri Winarni juga pernah mendapat juara 1 dalam lomba Kewirausahaan di tingkat Surabaya dan ia juga sering mengikuti pameran pameran di setiap ada event Surabaya khususnya.
Menjadi seorang ibu rumah tangga tidak menghalangi untuk berkarya, namun juga bisa mengais rezeki dengan membuat batik Jumputan seperti Ibu Sri Winarni, sudah belasan outlet yang bekerja sama dengannya untuk memasarkan produknya mulai dari pasar hingga mall besar.

Komentar